Misbahul Munir hanya ingin menulis saja.
pada suatu sore, saya dihubungi oleh teman saya yang dulu ketika SMA pernah satu kelas dengan saya, dia mengeluh karena telah gagal seleksi masuk di perguruan tinggi. menanggapi keluhannya, saya bertanya sudah berapa kali dia gagal. satu kali, jawabnya. untuk menyemangatinya, saya sampaikan cerita berikut ini.
Ada seorang anak laki-laki berusia 7 tahun yang bersama keluarganya diusir dari rumah tempat mereka tinggal. Dia harus bekerja keras untuk membantu kedua orang tuanya. belum genap usia 9 tahun, ibunya meninggal dunia. ketika tumbuh dewasa, pemuda ini memimpikan kuliah ilmu hukum, tapi tak pernah tercapai. pada usia 22 tahun, ia dipecat dari pekerjaannya sebagai pelayan toko. akhirnya ia mencoba memulai bisnis sendiri, tapi bangkrut. bukan hanya bangkrut, dia terjerat utang yang memerlukan waktu 17 tahun untuk melunasinya. pada usia 27 tahun, dia mengalami gangguan syaraf. dua tahun kemudian dia memulai kariernya di dunia politik dengan mencalonkan diri dibadan legislatif. tapi gagal. dia mencoba kembali di putaran berikutnya pada usia tahun. tetap gagal. pada usia 35 tahun dia dua kali kalah dalam usaha menjadi anggota kongres. meskipun akhirnya dia sempat menduduki posisi ini. kegagalan bertubi-tubi di panggung politik diikuti berbagai kemalangan yang menimpa kehidupan pribadinya. anaknya yang berusia 4 tahun meniggal dunia dua tahun setelah dia kehilangan posisi dikongres. satu tahun kemudian, lamarannya untuk posisi pejabat pertanahan ditolak. pada usia 45 tahun, dia mencoba mencalonkan diri menjadi senat, tapi gagal. kemudian dia mencalonkan diri menjadi wakil presiden pada usia 47 tahun, tapi gagal. tidak juga kapok, dia mencalonkan diri menjadi senat kembali dua tahun kemudian, gagal lagi. pada usia 51 tahun, dia maju lagi dalam pencalonan presiden dan akhirnya terpilih ^_^!
tahukah siapa laki-laki yang dimaksud? Dialah Abraham lincoln. presiden Amerika legendaris yang berjasa menghapuskan perbudakan. seandainya dia putus asa ditengah usahanya, sejarah dunia ini mungkin akan berbeda. kisah hidup lincoln adalah contoh paling ekstrem tentang kegagalan yang bertubi-tubi. mungkin kisah hidup kita belum ada apa-apanya dengan yang dialami lincoln. kalau kita gagal ya yag segitu amat ya???
jadi teman-teman, siapapun yang membaca tulisan ini, jangan sampai kita berhenti untuk mencoba dalam menjalani kehidupan kita ini. yakinlah bahwa apa yang kita miliki saat ini adalah pemberian tuhan yang memang terbaik untuk kita. saya selalu ingat akan kata-kata guru saya yang bernama ustadz Agus sholikin, pada sebuah pengkajian setelah salat subuh berjamaah di masjid, dalam suasana pagi yang sangat dingin hingga menusuk tulang rusuk dalam pengkajian pagi itu, beliau mengatakan bahwa "tuhan tidak memberikan apa yang kita inginkan, tapi tuhan memberikan apa yang kita BUTUHKAN". jadi kalau kita memohon pada tuhan, namun belum juga tercapai, yakinlah bahwa tuhan memberi apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar