Minggu, 23 Maret 2014

Jangan mengeluh


yogyakarta, 25 April 2014.

satu hari makan dan satu hari tidak makan,
hari ini makan dan hari esok tidak makan,
dan begitulah selanjutnya,
inilah yang kamu lakukan saat ini,
tanpa mengetahui apa yang akan dimakan dihari selanjutnya,
sudahlah,, (sambil mengambil nafas dalam-dalam)
bukan apa-apa kok Misbahul Munir,
aku tau kamu itu tak setegar batu karang,
yang pernah kamu lihat dipesisir pantai selatan pulau jawa itu (pantai parang tritis),
dan aku juga tau kok,
kalau kamu juga tak sekuat pohan yang besar,
yang akarnya mencakar bumi,
dan rantingnya menjulang menantang langit,
yang tidak akan pernah goyah walau diterjang topan sebagaimanapun derasnya,,,,,,
aku tau kamu itu lemah, tak berdaya, tidak sanggup berbuat apa-apa, tidak bisa apa-apa, tapi ingin bisa apa-apa,
aku tau itu semua itu,,,
tapi inilah hidup,
banyak hal-hal yang tidak kamu inginkan terjadi dihari-harimu,
kadang-kadang senyum dan tawa tampak diwajahmu,
tapi kadang-kadang juga murung, lesu bahkan tangis juga ikut menyertai disana,,, mungkin malah lebih sering itu,,,
dan aku bilang lagi, inilah hidup.
"jangan sekali-kali kamu mengeluh"
apa kamu tidak malu dengan nabi ayyub as, yang semasa hidupnya diuji dengan sakit yang semua anggota tubuhnya habis dimakan ulat yang kecil-kecil itu, hingga yang tersisa hanyalah tulang dan anggota tubuh bagian dalam saja, tapi beliau menjalani ujian yang seberat itu dengan perasaan ikhlas, tanpa mengeluh sama sekali!!!
dan juga apa kamu tidak malu dengan romo yai-mu, mbah zainal! bertahun-tahun sakit, hingga usia nya lebih 80 tahun, tapi dalam sakitnya beliau tidak pernah mengeluh sama sekali, semua beliau lakukan biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa (subhanallah),,,
maka dari itu, sebenarnya tidak pantas bagi kamu untuk mengeluh,
kamu itu belum ada apa-apanya,??!!!
kamu sekarang optimis sajalah,, lakukanlah hal terbaik yang kamu bisa, yakinlah bahwa usahamu saat ini pasti akan membuahkan hasil nantinya, walaupun kadang susah, payah dan sulit. tapi itulah jalan hidup dan memang seperti itu. bahkan hanya untuk mempertahankan posisi kamu saat ini saja, kamu harus berlari!!!
kamu harus selalu ingat nasehat baik orang-orang yang kamu cintai yang ada dikelilingmu, ibu bapak, mbak, guru-guru, teman-temanmu. nasehat-nasehat baik yang pernah mereka berikan, ingatlah terus dan jangan sampai kamu lupakan.
mungkin inilah salah satu nasehat itu, nasehat yang kamu dapatkan dari salah satu guru favoritmu di SMP, yang terjadi pada bulan september kalau tidak salah.
di saat musim kemarau masih belum mau pergi. pohon-pohon akasia dipinggir jalan menjadi gundul, bambu-bambu kuning meranggas. jalan berbatu kerikil merah, setiap dihempas kendaraan, mengembuskan debu yang melekat pada sirip-sirip daun jendela kayu. begitulah kira-kira keadaan saat itu didesa dimana aku tinggal waktu SMP, yaitu desa lubuk seberuk. desa kecil di provinsi sumatra selatan.
denga keadaan yang demikian, guru itu menasehati kamu. kira-kira kata-katanya seperi ini. (dengan tidak menggunakan bahasa indonesia).
" man jadda wajadda, wa man zaro'a khasoda,
do all the good youcan, by all the means you can, in the all the ways you can, in all the places you can, to all the people you can, as long you ever can.
don't be sad,,,
you'll see that one day everything is going tube just fine,,,
don't give up and try your best,,
Allah will always be with you.
dan itulah salah satu yang kamu ingat saat ini, sebagai pemompa semangat untuk selanjutnya,, semoga semua ini bisa memberi manfaat,,
Aminn ya rabbal alaamin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar